Wednesday, May 25, 2011

Prosedur Pembelian Barang Pada Perusahaan

Sebelum masuk pada prosedur pembelian alangkah baiknya kita mengetahui apa itu pembelian. Pembelian/Purchasing/procurement/pengadaan barang dapat didefinisikan “Procurement is the business process of selecting a source, ordering, and acquiring goods or services (Bodnar dan Hopwood (2001:323)) Pendapat tersebut kurang lebih mempunyai arti: bahwa pengadaan barang adalah proses bisnis dalam memilih sumber daya-sumber daya, pemesanan dan perolehan barang atau jasa.

Berikut adalah prosedur pembelian barang dan jasa pada sebuah perusahaan :
  1. Bagian Pembelian menerima Permintaan Pembelian Barang (Purchase Request)/Surat Order barang dan Jasa dari User.
  2. Bagian Pembelian menentukan Supplier sesuai dengan kriteria barang yang tertera di Permintaan Pembelian Barang memeriksa daftar rekanan terseleksi yang dapat memenuhi barang sesuai dengan permintaan pada Form Permintaan Pembelian.
  3. Apabila daftar terseleksi untuk Supplier barang sesuai dengan permintaan pembelian belum ada, maka bagian pembelian melakukan seleksi supplier baru.
  4. Bagian Pembelian membuat Permintaan Penawaran Barang dan Jasa sesuai dengan Permintaan Pembelian, kemudian mengirimkan ke Supplier terseleksi melalui fax / email / datang langsung.
  5. Bagian Pembelian mengkonfirmasi kepada Supplier bahwa Permintaan Penawaran Barang dan Jasa telah diterima oleh Supplier, dan mengkonfirmasi batas waktu pemasukan penawaran harga.
  6. Bagian Pembelian menerima penawaran harga dari para Supplier dan melakukan evaluasi terhadap penawaran, selanjutnya dilakukan negosiasi mengenai harga, kualitas, dan waktu pengiriman, cara pembayaran terhadap Supplier yang dianggap mampu.
  7. Bagian Pembelian melakukan perbandingan harga (diperlukan minimal 3 supplier sebagai pembanding harga) dan mencari harga yang termurah dengan tetap mempertimbangkan kualitas barang, stock barang, cara pembayaran dan lama waktu pengiriman.
  8. Bagian Pembelian membuat Order Pembelian/Purchasing Order (PO) sesuai dengan hasil negosiasi selanjutnya diserahkan pada Direktur untuk persetujuan.
  9. Setelah mendapat persetujuan dari Direktur, Bagian Pembelian menyerahkan PO kepada suplier melalui fax / email / datang langsung.
  10. Bagian Pembelian mengkonfirmasi ke pihak Supplier apakah sudah menerima PO dan menayakan kapan barang yang dipesan akan dikirim.

0 comments:

Post a Comment